Rabu, 26 Desember 2012
0 komentar

Simbol Freemasonry (Part 2)

Artikel ini lanjutan dari artikel Simbol Freemasonry (Part 1)

12)  Simbol “Salam Mason/ The Grip

Darimanakah asal-usul simbol “The Grip” / “Salam Mason” ini?

Dari buku berjudul “Codex Magica” tulisan Texe W. Marrs halaman 157, dijelaskan bahwa:

This drawing of the ancient Babylonian god, Nebo, from a Dictionary of the Bible, makes him appear to be instructing adepts on the finer points of using hand signals or mysterious grips … the Biblical King Nebuchadnezzar in the book of Daniel was named after Nebo.”

Jadi ternyata simbol “Salam Mason” / “The Grip” itu berasal dari gambar dewa bangsa Babylonia kuno yaitu Nebo (Raja Nebukadnezar), yang tertera dalam “Dictionary of the Bible” di British Museum, London.


Simbol ‘Grip’ (genggaman tangan) yang ditunjukkan oleh Raja Nebukadnezar, melambangkan simbol okultisme yang dicontoh oleh organisasi Freemason.


Sepintas terlihat seperti salam tangan biasa, kecuali bahwa IBU JARI MENEKAN sela-sela pangkal dari jari telunjuk dan jari tengah orang yang disalaminya, sehingga orang yang disalami tersebut menyadari secara diam-diam bahwa orang yang memberi salam tersebut juga sesama anggota Freemasonry. Ini salah satu kode rahasia Mason.


(sumber: http:// media-conspiracy-manipulation. blogspot.com/2011/10/saludo-mason. html)


Perhatikan betapa banyak diantara tokoh-tokoh politik dunia yang ternyata merupakan anggota Freemasonry, dimana diantara mereka saling memberikan salam khas antar Mason. Terlihat betapa diantara Presiden Iran Ahmadinejad dan Larry King dari CNN melakukan salam Mason. Kemudian didalam situs-situs media Barat tersebut diberitakan bahwa Paus Benedict, Tony Blair, Gorbachev dan Robert Schuller adalah anggota Mason tingkat 33, yang merupakan tingkat tinggi dalam Freemasonry.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.


Presiden Lyndon B. Johnson (seorang Master Mason) memberikan “Salam Mason”kepada J. Robert Oppenheimer, seorang ilmuwan yang mengawasi proyek nuklir pertama dalam Project Manhattan, dimana bisa diartikan sebagai kesepakatan mereka untuk pembuatan senjata pemusnah massal (New World Order plans).



(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan. (sumber foto: http:// metaexistence.org/exposedmasons.htm, http://forum.prisonplanet. com/index.php?topic=34620.0, http://www. infiniteunknown.net/2010/08/26/australia-julia-gillard-wayne-swan-bob-katter-and-the-masonic-handshake/)


13)  Simbol “The Hidden Hand” / “The Magical Sign of the Master of the Second Veil

Simbol tangan yang oleh mereka (Freemasonry) disebut sebagai “Sign of the Master of the Second Veil” atau “Sign of the Hidden Hand of the Men of Jahbuhlunsesungguhnya apabila diteliti adalah berasal dari paganisme yang digambarkan simbolnya dalam figur tiga tokoh dewa di kuil Nubia. Masing-masing membawa salib Ankh Mesir, yang menandakan kelahiran kembali dan reinkarnasi di salah satu tangan mereka.


Three regal figures belonging to a Nubian temple. Each carries the Egyptian ankh, signifying rebirth and reincarnation in one hand. Other symbols are also seen (Drawing: Book, The Round Towers of Atlantis, by Henry O’Brien, Adventures Unlimited Press, Kempton, IL, 2002).


Gambar berikut ini berasal dari buku “Duncan’s Masonic Ritual and MonitorEdisi ke-3 halaman 226, karya Malcom C. Duncan. Pose ini menunjukkan seorang Royal Arch Mason sedang memperagakan magical Sign of the Master of the Second Veil atau yang juga disebut sebagai Sign of the Hidden Hand of the Men of  Jahbuhlun tersebut.


Didalam bukunya “Codex Magica” halaman 54, Texe Marrs menjelaskan tentang apa itu yang disebut dengan “Sign of the Hidden Hand of the Men of Jahbuhlun ini sebagai berikut:
 
"The Blue Lodge Masons, encompassing the first three degrees of Masonry, are instructed that they are seeking the Lost Word or the Lost Name of God…It isn’t until they reach the level of Royal Arch Masonry (seventh degree, York Rite) that they discover that the Lost Name of God wasn’t lost after all. It’s at this level that they learn the sacred name of Masonry’s God. They find that the sacred name of (the Masonic) God is composed of three names representing the three identities of God. It is so sacred it takes three Royal Arch Masons to be able to speak it.. Jahbuhlun. The three Masons grip hands high and low and chant, Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Je-hov-ah.The name Jahbuhlun has three syllables representing a composite God made up of three subordinate deities. The Masonic material identifies the three as Yah (or Yahweh), Baal, and  Osiris. Logically, the name should be spelled Yah-Baal-On, but Duncan’s Masonic Ritual and Monitor admits that over the years the spelling has been “corrupted” by Freemasonry until it reached its current form.”

Artinya:
(“Mason level Blue Lodge, melalui tiga tingkatan Masonry dengan mendapatkan instruksi bahwa mereka akan mencari Kata yang Hilang atau Nama Tuhan yang Hilang… Tidaklah sampai mereka mencapai level Royal Arch (tingkat ketujuh, York Rite) sehingga mereka menemukan bahwa Nama Tuhan yang Hilang itu tidaklah hilang sama sekali. Pada level / tingkatan ini maka mereka akan menemukan nama yang suci dari Tuhan-nya Masonry. Mereka menemukan bahwa nama yang suci dari Tuhannya kaum Mason itu terdiri dari 3 nama yang merepresentasikan 3 orang dewa. Nama itu begitu rahasia sehingga dibutuhkan 3 orang Mason tingkat Royal Arch untuk bisa mengucapkannya. Jahbuhlun. Ketiga Mason itu menggerakkan tangannya naik dan turun sambil bersenandung: Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Je-hov-ah”. Nama Jahbuhlun itu terdiri dari 3 suku kata yang merepresentasikan Tuhan yang terdiri dari 3 dewa. Materi Mason mengidentifikasikan ketiganya itu sebagai Yah (atau Yahweh), Baal dan Osiris. Semestinya secara logis, nama itu dieja dengan Yah-Baal-On, tetapi Duncan penulis Masonic Ritual and Monitormengakui bahwa pengucapan itu telah diplesetkan selama bertahun-tahun oleh Freemasonry hingga mencapai bentuk yang seperti sekarang ini.”)


Berikut, perhatikan betapa berbagai tokoh dunia ini memperagakan kode tangan Freemasonry tersebut. Mereka itu antara lain adalah: Karl Marx (– penulis “the Communist Manifesto” di tahun 1848–), George Washington, Abraham Lincoln, Musthofa Kemal Attaturk, Stalin, Solomon Rothschild, Wolfgang Amadeus Mozart, Marquis de Lavayette, Napoleon Bonaparte, Lenin, Barack Obama, Friedrich Nietzche (– Seorang filsuf dari Jerman yang juga seorang atheis, konsep Nietzche the Ubermensch / “Manusia Super kemudian menjadi inspirasi bagi Adolf  Hitler dan ajaran Partai Nazi –), Perdana Mentri Italia Berlusconi, Hosni Mubarak, dan masih banyak lagi.


Peletakan tangan di dada dengan gaya seperti itu bukanlah suatu pose yang kebetulan saja. Namun itu sesungguhnya adalah salah satu simbol rahasia mereka dan hal ini menunjukkan bahwa orang-orang tersebut adalah anggota Freemasonry.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan. (sumber foto: http://www. infiniteunknown.net/2011/09/19/the-new-world-order-by-henry-makow/, http://www. whale.to/b/hand_sign.html, dan http://vigilantcitizen. com/vigilantreport/the-hidden-hand-that-changed-history/)


14)  Simbol “Skull & Bones



What is the deeper meaning behind the Skull & Cross Bones?

Apakah makna yang sebenarnya dibalik simbol “the Skull & Cross Bones” (Tengkorak dan Tulang Bersilang)?

Didalam situs richardcassaro.com, dijelaskan bahwa simbol “the Skull & Cross Bones” yang seringkali digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu itu berbahaya atau mengandung racun,  dan yang terdapat pada label obat-obatan yang dianggap berbahaya ini; ternyata sesungguhnya memiliki arti yang lebih dalam daripada itu.



Ternyata simbol ini adalah berasal dari kepercayaan paganisme yang digunakan oleh para penyihir (okultis) untuk memperoleh kekuatan spiritual.

Richard Cassaro, seorang jurnalis dan penulis buku Amerika yang mempelajari kebudayaan kuno, dalam situsnya menjelaskan sebagai berikut:
The great unknown secret behind the Skull & Cross Bones is that it is not a symbol of death, but of life. It was used by ancient priests and priestesses worldwide, from the Mayans in Mesoamerica to the Etruscans in Europe.

(Artinya: “Rahasia besar yang terselubung dibalik simbol the Skull & Cross Bones adalah bahwa ia bukanlah simbol kematian, tetapi ia adalah simbol kehidupan. Simbol ini digunakan oleh pendeta-pendeta paganisme di seluruh dunia, dari mulai suku Maya di Mesoamerika hingga Etruscans di Eropa”)


Above: 3,000 years ago the ancient Etruscans and ancient Mayans (twin civilizations that developed separately) both created Skull and Bones images. (sumber: http://www. richardcassaro.com/the-arcane-meaning-of-the-skull-cross-bones-symbol)

Dan menurut Richard Cassaro, simbol the Skull & Cross Bones ini banyak digunakan oleh organisasi yang melakukan ritual-ritual okultisme / sihir seperti Freemasonry.

Richard Cassaro menambahkan sebagai berikut:

The Skull & Cross Bones motif was used by many American college fraternities, sororities and secret societies founded in the nineteenth and twentieth centuries. The most well-known example of this usage is the Skull & Bones society, a secret society at Yale University which derives its very name from the symbol.”

(Artinya:Simbol the Skull & Cross Bones ini banyak digunakan di perkumpulan-perkumpulan mahasiswa di universitas-universitas Amerika dan organisasi-organisasi rahasia yang didirikan sejak abad 19 dan abad 20. Contoh yang paling masyhur adalah perkumpulan rahasia mahasiswa di Universitas Yale – Amerika, yang mengambil nama organisasinya dari simbol tersebut”)


The Skull and Bones “Tomb” on the Yale campus(Kuburan the Skull & Bones di kampus Yale)


Presiden Amerika George Bush tercatat sebagai anggota perkumpulan the Skull & Bones ketika ia di Universitas Yale pada tahun 1948.


(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan(sumber foto: http://5election. com/2012/02/13/skull-bones-a-dangerous-secret-society/)

Anggota the Skull & Bones di Yale ini harus menjalani berbagai ritual aneh, antara lain berbaring didalam peti mati, mencium tengkorak dan lain sebagainya. Bahkan tersebar berita bahwa beberapa anggota perkumpulan the Skull & Bones ini memiliki tengkorak Geronimo, kepala suku Indian Apache yang tewas ketika melawan pasukan Amerika Serikat di tahun 1909. Salah satu anggota the Skull & Bones yang dikatakan mencuri tengkorak Geronimo dari kuburannya itu antara lain adalah Presscott Bush, kakek daripada George Walker Bush. Kisah ini menjadi menarik perhatian khalayak ramai karena kemudian keturunan Geronimo mengajukan tuntutan hukum pada anggota the Skull & Bones itu untuk mengembalikan tengkorak tersebut kepada mereka.


(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan. (sumber foto: http://www.bibliotecapleyades. net/sociopolitica/esp_sociopol_skullbones05.htm)

Adapun simbol the Skull & Bones ini bukankah kerap terlihat pada label obat-obatan, sebagai simbol danger (bahaya), sebagai simbol pada bendera-bendera bajak laut, dan sekarang bahkan banyak digunakan sebagai ornamen-ornamen hias.




Demikianlah, simbol-simbol diatas hanyalah sebagian saja dari sekian banyak simbol Yahudi dan Freemasonry. Hendaknya kaum Muslimin mengetahui hal ini, agar tidak mudah terperosok dalam meniru asesoris ataupun simbol-simbol yang bisa jadi berasal dari ideologi kaum Yahudi dan Freemasonry, dimana simbol-simbol mereka itu memiliki makna okultisme / sihir yang jelas-jelas bertentangan dengan ‘aqiidah Islamiyyah.

Kaum Muslimin pun hendaknya waspada terhadap maraknya penyebaran ajaran sekulerisme (– yaitu: memisahkan antara agama dengan pemerintahan, atau dengan kata lain adalah menjadikan suatu negara tidak berhukum dengan hukum Allooh سبحانه وتعالى –), ajaran komunisme dan sebagainya itu yang merupakan bagian dari ideologi yang disebarkan oleh Yahudi dan Freemasonry, dengan tujuan agar manusia melepaskan diri dari dien / agamanya dan pada akhirnya menjadi seorang yang atheis sebagaimana yang mereka putuskan dalam Konggres Freemasonry Internasional yang diadakan di Paris, Perancis pada tahun 1900 M, yaitu bahwa: “Tujuan (target) Freemasonry adalah mendirikan republik anti agama secara internasional.”

Sesungguhnya Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم telah memperingatkan hal ini sejak 1433 tahun yang lalu, bahwa kaum Muslimin akan melepaskan ikatan Islam satu demi satu dan pertama kali yang ditinggalkannya adalah Hukum Islam. Bukankah hal ini telah terjadi? Kaum Muslimin tidak lagi menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai dasar perundang-undangan negerinya, Hukum Islam tidak lagi dijadikan landasan yang semestinya mengatur seluruh tatanan kehidupan kesehariannya.

Tidaklah Islam itu hanya sebatas pada sholat-shoum-zakat-haji saja, tetapi semestinya adalah mengatur seluruh tatanan kehidupannya. Hal ini adalah sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Imaam Ibnu Hibban no: 6715 yang di-shohiihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam Kitab Shohiih At Targhiib Wat Tarhiib no: 572, dari Shohabat Abu Umaamah رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:

لتنتقضن عرى الاسلام عروة عروة فكلما انتقضت عروة تشبث الناس بالتي تليها فأولهن نقضا : الحكم وآخرهن : الصلاة
Artinya:
“Sungguh benar-benar ikatan Islam akan terurai satu demi satu. Setiap terurai satu ikatan, maka manusia terpaut dengan yang berikutnya. Pertama kali adalah terurainya ikatan Hukum (Hukum Islam tidak lagi ditegakkan — pent.) dan ikatan yang terakhirnya adalah Sholat.”


(Baca kembali transkrip ceramah berjudul “Mengapa Gerakan Freemasonry Tersebar” yang pernah dimuat pada Blog ini, atau klik http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/09/06/mengapa-gerakan-freemasonry-tersebar/)


Perhatikan struktur organisasi Freemasonry pada piramida dibawah ini. Lapis pertama dari piramida tersebut adalah “Secular Humanism”, dan naik beberapa tingkat keatasnya adalah menjadi “Communism”. Oleh karena itu wahai kaum Muslimin, waspadalah !




0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer
Top